Makalah Kewirausahaan

        ENTREPRENEUR DALAM AL QUR'AN
                       Dosen Pengampu :
                       Fery Heryadi,M.Pd
                
                                      


                                
A. Latar Belakang
         Al Quran dan Hadits memuat aturan-aturan yang jelas yang dapat dijadikan landasan hukum dalam menjalankan berbagai aspek kehidupan, seperti halnya konsep-konsep Islam. Islam adalah agama yang sempurna, bukan hanya satu menyangkut  duniawi, namun lebih dari itu,mencakup tata cara hidup yang baik. Al-Qur'an dan Sunnah adalah pedoman utama dan pedoman terbaik dalam hidup. Selain kesempurnaan tersebut, Allah SWT. juga memberikan berbagai manfaat bagi manusia, termasuk hikmah yang dapat digunakan manusia untuk mengabdi kepada Sang Pencipta. Agama memegang peranan penting dalam segala aspekkehidupan seorang muslim, termasuk dalam bidang perekonomian. Islam
mengusulkan etika bisnis yang adil berdasarkan teladan Nabi Muhammad SAW dalam berbisnis, baik sebelum beliau diangkat menjadi Rasul maupun setelah beliau menjadi Rasul. Al-Qur'an memberikan nilai-nilai dasar dan prinsip-prinsip umum dalam melakukan sesuatu bisnis. Kini Islam sangat cocok dijadikan rujukan dalam berbisnis karena menjunjung tinggi prinsip kejujuran, keadilan, legalitas, dan tanggung jawab berdasarkan nilai-nilai tauhid.
        Berbisnis/wirausaha adalah suatu cara bagi umat Islam untuk melakukan kegiatan komersial dan melakukan transaksi, yang konsep dan tata caranya diatur dalam Al-Qur'an dan Hadits. Al-Quran sebagai pedoman hidup manusia memberikan pedoman syariah yang dapat diusahakan oleh para pebisnis. Pengertian kewirausahaan menurut Inpres No 4 Tahun 1995 :“Kewirausahaan adalah pikiran, sikap, tingkah laku, dan kemampuan seseorang dalam mengelola usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya meneliti, menciptakan, menerapkan cara kerja, meningkatkan efisiensi guna memberikan pelayanan yang lebih baik atau memperoleh keuntungan yang lebih besar”       
B. Rumusan Masalah
     1. Apa pengertian entrepreneur dan Al                   Qur'an?
      2. Bagaimana entrepreneur dalam                          perspektif Al Qur'an?
C. Tujuan Masalah
     1. Untuk mengetahui arti entrepreneur dan          Al Qur'an
     2. Untuk memahami maksud dari      ..                   entrepreneur dalam Al Qur'an

                              
A. Hakikat Pengertian Entrepreneur                             Kata wirausaha merupakan serapan dari bahasa Perancis, yakni entrepreneur. Kata inipertama kali dikenalkan oleh Richard Cantillon pada abad ke-18 Masehi. Adapun dalam bahasa Indonesia kata entrepreneur diterjemahkan menjadi wirausaha, yang mana wirausaha merupakan  gabungan dari kata wira dan usaha, wira artinya teladan atau contoh sedangkan usaha artinya  kemauan keras untuk memperoleh manfaay. Sehingga menurut Tarsis Turmuji  wirausaha adalah seseorang yang berkemauan keras dalam bisnis yang patut menjadi contoh. ( Adapun menurut Kasmir, secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur)  adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Sedangkan menurut Machfoedz, seorang wirausahawan adalah pribadi yang mandiri dalam mengejar prestasi.
         Dengan demikian, dari pandangan para ahli diatas terkait wirausaha, maka dapat
disimpulkan bahwa wirausaha memiliki 3 kata kunci yakni orang yang dapat melihat dan
memanfaatkan peluang, orang yang berjiwa berani dalam mengambil resiko dalam menjalankan usahanya dan mandiri dalam mengejar prestasi sehingga patut dicontoh.
B. Hakekat Pengertian Al Qur'an
         Al Qur'an  menurut istilah adalah kalamullah yang megandung mu’jizat yang diturunkan kepada nabi muhammad s.a.w. yang tertulis di dalam mushkhaf, yang diriwayatkan dengan cara mutawatir, yang bernilai ibadah bagi yangmembacanya. Definisi ini yang disepakati oleh para ulama fiqih, ushul dan bahasa arab.Sebagaimana telah diketahui bahwa qur’an itu Kalamullah dan Kalamullah itu bukan perkataan manusia yang mengandung keragaman didalamnya. Al Qur'an dijamin oleh Allah SWT. tentang keasliannya. Al Qur'an dijauhkan oleh Allah SWT. dari penyelewengan, perubahan dan pemalsuan hingga akhir zaman. Sehingga Al Qur'an selalu menjadi sebuah kitab yang tanpa ada keraguan didalamnya.
C. Entrepreneur Dalam Perspektif Al Qur'an 
         Maksud dari kewirausahaan (entrepreneuship) dalam Perspektif Qur’an adalah bagaimana ayat-ayat al-qur’an yang berupa kalamullah yang diturunkan kepada Nabi muhammad s.a.w. melalui malaikat jibril tersebut memberikan penjelasan akan dasar-dasar islam yang berkaitan dengan  Jiwa  atau  Mental  kewirausahaan (entrepreneuship)  baik  secara  eksplisit  atau tersurat  maupun  secara    langsung.  
         Dalam Al-qur’an surah al-Jumuah ayat 10 Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk tidak bermalas-malasan setelah  
menjalankan Ibadah, akan tetapi dibertebaran di muka bumi dan melakukan aktivitas pencarian anugerah Allah SWT, yang berbunyi:
فاذاقضيت الصلوة فانتشروافى الارض وابتغوامن فضل الله وذكرواا الله كثيرالعلكم تفلحون    
Artinya: “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan
carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”. 
        Juga dijelaskan dalam Al-qur’an ayat 11 Surah Al-Jumaah yang berbunyi:
واذاراواتجارةاو لهواانفضوااليهاوتركوك قاءما قل ماعند الله خير من اللهو ومن التجارة. والله خير الرزقين.
Artinya: Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau (Muhammad) sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah  “Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan,” dan Allah pemberi  rezeki yang terbaik.
           Tafsir singkat Kementerian Agama RI, ayat tersebut mengingatkan umat untuk kembali bekerja mencari rezeki yang halal setelah menunaikan salat Jumat. Ayat ini menegur umat Islam yang meninggalkan Nabi  Muhammad SAW ketika beliau menyampaikan khutbah Jum'at untuk mengejar barang dagangan dan apabila mereka sebagai orang mukmin mendengarkan khutbah.
           Pendiri Al-Qur'an Center, Quraish Shihab mengatakan, dari kata wirausaha mempunyai banyak kata. Dalam bahasa Inggris sering digabungkan dengan kata buying  and selling, commerce, commerce yang artinya jual beli,  perdagangan atau perniagaan. Pada dasarnya kewirausahaan atau bisnis adalah interaksi antara dua pihak dalam suatu bentuk untuk mencapai suatu keuntungan. Namun interaksi tersebut memerlukan pengelolaan yang baik untuk meminimalisir kemungkinan risiko yang akan timbul. Dan menurut Quraish Shihab, dalam bahasa Arab interaksi seperti itu disebut muamalah, yang dalam kajian fiqih Islam disebut fiqh muamalah.

                           
A. Kesimpulan
      wirausaha memiliki 3 kata kunci yakni orang yang dapat melihat dan
memanfaatkan peluang, orang yang berjiwa berani dalam mengambil resiko dalam menjalankan usahanya dan mandiri dalam mengejar prestasi sehingga patut dicontoh.
        kewirausahaan (entrepreneuship) dalam Perspektif Qur’an adalah bagaimana ayat-ayat al-qur’an yang berupa kalamullah yang diturunkan kepada Nabi muhammad s.a.w. melalui malaikat jibril tersebut memberikan penjelasan akan dasar-dasar islam yang berkaitan dengan Jiwa atau Mental kewirausahaan (entrepreneuship) baik secara eksplisit atau tersurat maupun secara langsung.  
       Pada dasarnya kewirausahaan atau bisnis adalah interaksi antara dua pihak dalam suatu bentuk untuk mencapai suatu keuntungan. Namun interaksi tersebut memerlukan pengelolaan yang baik untuk meminimalisir kemungkinan risiko yang akan timbul. Dan menurut Quraish Shihab, dalam bahasa Arab interaksi seperti itu disebut muamalah, yang dalam kajian fiqih Islam disebut fiqh muamalah.

                      DAFTAR PUSTAKA

Burhanuddin dkk. 2016. Kewirausahaan ( Entrepreneurship) dalam Perpekstif Al Qur'an dan Hadist, UNHASY: Jombang
Ismail,Nurmahmudi. 2023. Manajemen Kewirausahaan Dalam Perspektif Al Qur'an dan Hadits, Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga 
Hamzah. 2016. Konsep Kewirausahaan Dalam Al Qur'an. Jakarta: Institut PTIQ
Anwar, Sholihul. 2020. “Kewirausahaan Perspektif Islam.” Jurnal Ilmiah Pedagogy
Hendro. 2001. Dasar-Dasar Kewirausahaan,. Jakarta: Kencana Prenada Media Group


     

          

Komentar

  1. Bagaimana pandangan islam terhadap karakteristik wirausaha yang baik dan benar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. senantiasa berusaha untuk mengaktualisasikan dirinya, melalui konsumen yang menaruh harapan kepadanya atau kerjanya.

      Hapus
  2. Bagaimana konsep Islam memandang entrepreneurship?

    BalasHapus
    Balasan
    1. islam mengajak umat muslim untuk menjadi wirausahawan dalam kehidupan mereka dengan diberikan aturan yang harus diikuti oleh semua muslim yang berasal dari Alquran dan hadis

      Hapus
  3. Hal apa saja yang harus dipertimbangkan dalam menjalankan bisnis syariah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Tauhid
      2. Prinsip Keadilan
      3. Kebebasan Bertindak
      4 Bertanggung Jawab
      5. Didasari niat baik
      6. tolong menolong
      7. bebas dari unsur riba
      8. tidak berbisnis yang haram

      Hapus
  4. Bagaimana karakteristik wirausaha yang dalam pandangan islam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menjalankan perintah Allah SWT. Dalam seluruh aspek nya termasuk dalam usahanya, menegakkan yang halal dan menjauhi yang haram serta Kreatif, Inovatif, memiliki keberanian untuk mengambil resiko, mampu bertahan dalam berbagai tantangan dan mampu menangkap peluang.

      Hapus
  5. Bagaimana seorang entrepreneurship dikatakan berhasil dalam islam?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memiliki passion terhadap bisnis. Passion atau ketertarikan terhadap bisnis akan memberikan pengaruh positf terhadap keberlangsungan usaha serta fokus terhadap produk dan pelanggan.

      Hapus
  6. Dalam suatu hadits rasulullah saw menganjurkan umatnya berdagang, sebutkan kiat² menjadi pedagang sukses ala rasulullah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kiat-kiat menjadi pedagang sukses ala Rasulullah adalah harus bersikap jujur, jual barang yang berkualitas baik, mengambil untung seadanya, melakukan strategi pemasaran, dan tidak mudah menyerah,

      Hapus
  7. Bagaimana cara untuk menumbuhkan Jiwa atau Mental kewirausahaan (entrepreneuship)?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cara untuk menumbuhkan jiwa dalam kewirausahaan adalah dengan niat yang baik penuh keyakinan, cepat dan tanggap dalam mengidentifikasi peluang, belajar dari kisah sukses orang lain, punya modal, bersikap optimis, mempunyai skill dalam berdagang.

      Hapus
  8. Bagaimana untuk seorang introvert? Sedangkan sosial entrepreneurship yang sukses harus besangkutan dengan manusia membangun chanel atau pembuatan konten seluas mungkin?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Meskipun sosial entrepreneurship yang sukses seringkali melibatkan interaksi dengan banyak orang dan membangun jaringan yang luas, seorang introvert juga dapat mencapai kesuksesan dalam bidang ini. Berikut adalah beberapa tips untuk seorang introvert yang tertarik dengan sosial entrepreneurship:

      1. Kenali dan Manfaatkan Kekuatanmu: Sebagai seorang introvert, Anda mungkin memiliki kekuatan dalam mendengarkan, refleksi, dan pemikiran yang mendalam. Manfaatkan kekuatan ini dalam memahami masalah sosial yang ingin Anda atasi dan merancang solusi yang inovatif.

      2. Fokus pada Kualitas Hubungan: Meskipun introvert cenderung tidak suka berinteraksi dengan banyak orang, mereka sering kali memiliki kemampuan untuk membangun hubungan yang dalam dan bermakna. Fokuslah pada membangun hubungan yang berkualitas dengan orang-orang yang memiliki minat dan visi yang sama dengan Anda.

      3. Pilih Metode Komunikasi yang Sesuai: Anda tidak harus membangun jaringan atau membuat konten melalui cara yang sama seperti ekstrovert. Pilih metode komunikasi yang sesuai dengan kepribadian Anda, seperti menulis blog, membuat video, atau berkontribusi di forum online. Anda dapat memilih cara yang lebih nyaman bagi Anda untuk berbagi ide dan membangun koneksi.

      4. Cari Mitra atau Tim yang Komplementer: Jika Anda merasa kurang nyaman dalam berinteraksi sosial secara langsung, pertimbangkan untuk mencari mitra atau anggota tim yang memiliki keahlian atau kepribadian yang komplementer. Mereka dapat membantu dalam membangun hubungan dan mengelola aspek sosial dalam bisnis sosial Anda.

      5. Ambil Langkah Kecil: Mulailah dengan langkah kecil dalam membangun jaringan dan berinteraksi dengan orang lain. Anda tidak perlu langsung terjun ke dalam situasi yang membuat Anda merasa tidak nyaman. Mulailah dengan menghadiri acara kecil atau bergabung dengan komunitas online yang relevan dengan minat Anda.

      6. Fokus pada Nilai dan Dampak: Ingatlah bahwa sosial entrepreneurship lebih tentang memberikan dampak positif pada masyarakat daripada berinteraksi dengan banyak orang. Fokuslah pada nilai-nilai dan tujuan Anda, serta bagaimana Anda dapat mencapai dampak yang diinginkan melalui bisnis sosial Anda.

      7. Jaga Keseimbangan dan Perhatikan Diri Sendiri: Penting bagi seorang introvert untuk menjaga keseimbangan dan memberikan waktu bagi diri sendiri untuk meresapi dan memulihkan energi. Jangan terlalu memaksakan diri untuk terlibat dalam interaksi sosial yang berlebihan. Kenali batasan Anda dan berikan diri Anda waktu untuk merawat diri sendiri.

      Ingatlah bahwa setiap individu memiliki keunikan dan cara yang berbeda dalam mencapai kesuksesan. Menjadi seorang introvert tidak menghalangi Anda untuk menjadi seorang sosial entrepreneur yang sukses. Temukan cara yang sesuai dengan kepribadian Anda dan berfokuslah pada kekuatan dan nilai-nilai yang Anda miliki.

      Hapus
  9. Apakah dalam bisnis islam / syariah itu hanya mengatur kegiatan usaha sesama muslim saja ? Jika ada dengan non Muslim bagaimana cara mengaturnya ?

    BalasHapus

Posting Komentar